Contact Us

X
:
:
:
:
:
ARTICLE > CATEGORY > KESEHATAN & NUTRISI
Bantu Anak Memilih Jajanannya
Bantu Anak Memilih Jajanannya

Kebiasaan jajan tampaknya sudah menjadi bagian dari dunia anak. Anak seringkali sudah mengetahui jajanan apa yang disukainya. Pada usia batita keinginan jajan sebenarnya masih bisa dikendalikan. Tugas orangtualah untuk mengendalikannya.

"Sebaiknya jajanan dijaga jangan yang terlalu tinggi kadar karbohidrat sederhananya, dan jangan terlalu berlemak. Pilihlah jajanan yang lebih banyak mengandung karbohidrat kompleksnya," anjur dr. Victor Tambunan, MS, ahli gizi dari Departemen Gizi FKUI.  

Yang dimaksud karbohidrat sederhana, misalnya, gula dan tepung terigu.  "Tepung terigu sekarang rata-rata tak ada seratnya lagi. Bahayanya jika anak terlalu banyak mengonsumsi makanan yang terbuat dari tepung terigu dan gula adalah akan terjadi obesitas," terang Victor.

Sedangkan karbohidrat kompleks ialah karbohidrat yang masih utuh. Jadi, belum mengalami pemrosesan. Misalnya, gandum yang belum diolah sehingga seratnya masih utuh. Contoh jajanan yang baik antara lain lemper dan lontong atau arem-arem. Tapi untuk anak usia batita, lemper sebaiknya tak diberikan karena terbuat dari ketan sehingga lebih susah dicerna. Lain halnya dengan lontong atau arem-arem yang terbuat dari beras.

"Nah, beras masih lebih baik daripada tepung terigu karena masih ada seratnya, sementara tepung terigu hampir bisa dibilang seratnya nol. Ini akan cepat diabsorpsi dan kemudian diubah menjadi lemak di dalam tubuh,” tambah Victor.

Mengenai fast food  yang juga sering dikonsumsi anak, menurut Victor, terlalu tinggi lemak jenuhnya dan seratnya pun kurang. Karena itu, "Fast food  harus diimbangi dengan makan buah dan sayur."

Jajanan lain yang perlu dijaga ialah es krim. "Bila setiap hari makan es krim, anak bisa over weight  karena kandungan gula dan tepung yang ada di dalamnya," terang Victor. Tapi kalau makan es krimnya seminggu sekali masih boleh, kok.

Dr Pankaj Vohra, pakar pencernaan anak dan konsultan senior di Max Healthcare, Delhi, mengungkapkan, tunggu sampai bayi berusia 1 tahun sebelum memperkenalkannya dengan es krim. Di usia tersebut, bayi sudah mulai makan menu yang sama dengan keluarga. Jadi, kemungkinan besar ia sudah mulai mengonsumsi produk olahan susu lainnya, seperti keju, dadih, atau yogurt.

Yang perlu Anda perhatikan, pastikan Anda memberikan es krim yang berkualitas pada anak. Hindari membelikan es krim atau es lilin dari tukang es di pinggir jalan. Karena, Anda tak bisa memastikan keamanan bahan-bahan yang digunakan dan cara pembuatannya bukan?

Kemudian, berikan es krim sekali-sekali saja. Es krim seringkali mengandung gula tambahan dan tinggi lemak, yang mungkin kurang baik bagi si kecil. Terlalu banyak mengonsumsi es krim bisa membuat giginya lekas berlubang, menjadi kegemukan, dan kecanduan makanan manis.

FOTO: ES KRIM – BABYWISEMOM.COM

Tags : nutrisi, jajanan