Contact Us

X
:
:
:
:
:
ARTICLE > CATEGORY > KESEHATAN & NUTRISI
Mengajak Anak Beralih dari Susu Hangat ke Susu Dingin
Mengajak Anak Beralih dari Susu Hangat ke Susu Dingin

Kita tentu biasa menyiapkan susu hangat untuk bayi atau batita. Susu dingin tidak menjadi pilihan karena khawatir si kecil akan sakit perut. Tapi, benarkah demikian?

Tidak ada bukti ilmiah bahwa susu dingin (dalam arti suhu ruangan) bisa membuat perut batita mulas atau kram. Malahan, karena menghangatkan susu atau membuat susu hangat bisa menghabiskan waktu, beralih ke susu dingin tentunya bisa menghemat waktu. Anda bisa memperkenalkan pengalaman baru untuk si kecil dengan susu dingin.

Lalu, bagaimana cara mengajak anak beralih dari susu hangat ke susu dingin? Berikut penjelasan dari Kay Ireland, instruktur kebugaran bersertifikasi dan kontributor dari Baby Center:

1. Tawarkan susu di botol atau gelas yang biasa digunakan. Biasanya anak akan menentang saat menghadapi perubahan semacam ini, karena itu lebih baik pastikan perubahan itu terjadi sedikit saja. Cara ini juga akan mengurangi kemungkinan anak akan menolak minum susunya karena menggunakan gelas yang tidak biasa dipakainya.
2. Anda bisa memperkenalkan anak dengan susu dingin dengan cara mengurangi suhu air yang biasa digunakan untuk membuat susu, atau mengurangi suhu ketika menghangatkan susu. Misalnya, jika umumnya Anda menghangatkan 120 ml susu di microwave selama 30 detik, kurangi waktunya menjadi 15-20 detik sehingga lebih dingin dari biasanya. Si kecil tidak akan menyadari perbedaan suhu itu yang tipis.
3. Kurangi lagi suhu susunya secara berangsur-angsur. Biarkan anak beradaptasi selama sehari, setiap kali suhu susunya dikurangi. Melakukan perubahan secara terburu-buru bisa memicu penolakan dari anak, dan Anda terpaksa memulai semuanya dari awal.
4. Puji si kecil jika ia mau meminum susunya, namun tak perlu mengomentari bahwa susunya kini tidak lagi sehangat biasanya. Sebagai gantinya, puji bahwa ia sekarang mampu minum susu "seperti ibunya", dan katakan pula bahwa susunya terasa lebih enak. Hal ini perlu Anda lakukan untuk menciptakan respons positif mengenai minum susu yang lebih dingin.
5. Berikan susu yang sama sekali dingin ini pada jam makannya, begitu masa transisi terjadi. Bagi si batita, susu hangat mungkin identik dengan waktunya tidur, sehingga membuat perubahan pada jam makan bisa mengurangi frustrasinya. Mengapa? Karena perubahan ini tidak akan mengganggu rutinitasnya. Nah, begitu si kecil terbiasa minum susu dingin pada jam makan, Anda bisa mulai memperkenalkannya pada jam tidur. Membiasakan minum susu dingin pada jam tidur mungkin butuh lebih banyak penyesuaian, namun pada akhirnya anak akan minum susu dingin dengan lebih mudah.

FOTO: SUSU DINGIN.JPG – HOUSE TWEAKING.COM

Tags : susu, nutrisi, kesehatan anak