Contact Us

X
:
:
:
:
:
ARTICLE > CATEGORY > KESEHATAN & NUTRISI
Kelebihan Susu Bubuk Dibandingkan Susu Cair
Kelebihan Susu Bubuk Dibandingkan Susu Cair

Masyarakat Indonesia lebih menggemari susu bubuk dibandingkan susu cair. Berdasarkan data Canadean Survey pada 2008 menyebutkan, konsumsi susu bubuk Indonesia sebesar 82,1% dari total konsumsi susu. Sedangkan susu cair hanya 17,9%. Bandingkan dengan Belanda yang hampir 100% masyarakatnya minum susu cair segar. Di Amerika Serikat, konsumsi susu cair segar mencapai 99,7%. Bahkan di Asia seperti Thailand, masyarakat yang meminum susu cair segar mencapai 88,2%.

Pertanyaannya, benarkah susu cair lebih unggul dibandingkan susu bubuk? Ternyata, pernyataan itu tidak sepenuhnya benar. Sebab, setiap jenis susu memiliki kelebihan sekaligus kekurangan. Termasuk susu bubuk. Bahkan, dalam aspek tertentu, ada banyak kelebihan susu bubuk dibandingkan susu cair:

  1. Lebih Praktis
    Susu bubuk lebih praktis dikonsumsi saat berada di tempat yang tidak ada lemari pendingin. Tinggal menyeduh air, lalu mencampurkannya dengan susu bubuk, segelas susu sudah siap terhidang. Sisa susu bubuk dalam kemasan masih bisa dikonsumsi di kemudian hari. Bandingkan dengan susu cair yang harus dihabiskan saat itu juga karena akan basi bila disimpan tidak di lemari pendingin.  
  2. Tidak Makan Tempat
    Satu kemasan susu bubuk berbentuk kotak 800 gram dapat membuat 20 gelas susu, yang akan muat dalam tas kecil. Bandingkan dengan 20 kotak susu cair susu siap minum, perlu tas besar untuk memuatnya. Lebih merepotkan, bukan? Susu bubuk bisa menjadi solusi saat bepergian jauh atau ke tempat tertentu bersama si kecil.  
  3. Lebih Tahan Lama
    Ini kelebihan susu bubuk yang tak terbantahkan. Daya tahannya lebih lama dari susu cair, baik susu UHT, pasteurisasi, dan jenis susu cair lainnya. Daya tahan susu bubuk bisa mencapai 2 tahun. Ini berbeda dengan susu UHT yang daya tahannya hanya 6-10 bulan, bahkan setelah dibuka susu sebaiknya disimpan di dalam refrigerator/ lemari es (suhu 3-5  °C) dan sebaiknya segera dihabiskan dalam jangka waktu 7 sampai 10 hari. Juga susu pasteurisasi yang hanya bisa bertahan selama 14 hari dan harus disimpan pada suhu rendah (5-6°C). Setelah dibuka, susu ini juga harus segera dihabiskan.

Catatan lainnya, baik susu bubuk maupun susu cair dalam kemasan sama-sama berasal dari susu segar. Hanya proses pengolahannya yang berbeda. Susu bubuk diolah dari susu segar yang dikeringkan.

Foto : Nakita

 

Produk Terkait:
My Baby Bottle, Nipple & Baby Accessories Cleanser

Tags : susu bubuk, nutrisi, kesehatan anak, tumbuh kembang anak