Contact Us

X
:
:
:
:
:
ARTICLE > CATEGORY > TUMBUH KEMBANG BALITA
9 Tips Mengatasi Anak Hiperaktif
9 Tips Mengatasi Anak Hiperaktif

Memiliki anak hiperaktif membutuhkan energi dan kesabaran ekstra.Owen Villar, seorang ahli terapi okupasional di sekolah anak-anak berkebutuhan khusus Marikina City, Filipina, menganjurkan orangtua untuk mencari sebanyak mungkin kegiatan untuk menyalurkan energi anak.
Apa saja penyaluran energi yang dapat dilakukan agar Si Kecil bisa lebih fokus, tenang, dan tertib di rumah? Berikut di antaranya.

1. Cari Tahu Minatnya        
Apakah anak Anda suka olahraga, menari, main musik, atau lainnya? Kenalkan berbagai aktivitas dan perhatikan. Mana yang lebih ia sukai? Tak masalah bila anak menyukai lebih dari satu kegiatan. Anda bisa mengikutkannya pada kelas-kelas les atau mengajarinya sendiri di rumah.

2. Buat Jadwal Menarik
Buat jadwal tentang waktu bermain anak, namun jangan berupa daftar yang membosankan.Jadwal kegiatan anak sebaiknya dibuat berupa gambar atau grafik dengan beraneka warna, agar Si Kecil pun tertarik dan tak terpaksa melakukannya. Setelah mengatur rencana, pastikan ia mengikutinya semaksimal mungkin dengan stabil dan teratur.

3. Siapkan Ekstra Kamar
Pilih ruang yang tenang di mana anak bisa duduk diam dan membaca. Sertakan di dalamnya karpet atau bantal duduk yang nyaman. Adanya ruang khusus yang minim gangguan (tanpa televisi, tanpa mainan), akan membantu anak lebih mudah memfokuskan diri.

4. Latihan Fokus
Yoga untuk anak dan latihan Tai Chi bisa jadi pilihan bila Anda memiliki anak hiperaktif. Latihan ini akan mengajarkan anak bagaimana untuk fokus dan tenang, juga membuatnya tidur malam lebih nyenyak.

5. Pintar Memilih Kata
Alih-alih mengatakan "Jangan jalan cepat-cepat", beritahu anak untuk "Berjalanlah pelan-pelan, Nak". Gunakan kata-kata sederhana, mudah dimengerti, dan langsung pada sasaran.Hindari kalimat-kalimat panjang dan rumit.

6. Buat Aturan
Anak hiperaktif perlu mengetahui bahwa menyakiti orang lain merupakan tindakan yang tidak dapat diterima dan ada konsekuensinya. Ketika anak menggigit lengan temannya, misalnya, berikan sanksi yang realistis sesuai usianya. Dan mengenai hal ini Anda harus konsisten. Seperti sanksi time-out untuk anak berusia 4 tahun, dan sebagainya.

7. Rencanakan Diet Sehat
Jauhkan anak dari junk food dan makanan ringan yang tinggi karbohidrat. Pilih makanan yang mengandung banyak protein. Misalnya, sandwich gandum dengan irisan daging dan susu untuk menjaga energi tetap stabil.

8. Jangan Berteriak
Saat berusaha ingin menenangkan anak, jangan marah-marah atau meneriakinya. Itu hanya akan memicu reaksi negatif anak. Seperti yang dikatakan sebelumnya, membutuhkan kesabaran untuk anak yang hiperaktif. Ini penting dilakukan agar ia tumbuh dengan positif dan tidak reaktif.

9. Selektif Pilih Liburan yang Sesuai
Anda tahu anak tidak bisa diam, jadi mengapa harus memaksakan diri dengan mengajaknya ke museum? Pilihlah aktivitas yang membutuhkan banyak energi, seperti bertualang di alam, mengunjungi taman bermain, atau berenang.

Foto: checkupnewsroom.com

Tags : anak hiperaktif, kecerdasan anak, kecerdasan emosi, tumbuh kembang anak