Contact Us

X
:
:
:
:
:
ARTICLE > CATEGORY > TUMBUH KEMBANG BALITA
Ibu, Pandu Anak Menggali Memorinya
Ibu, Pandu Anak Menggali Memorinya

Memori masa kecil ternyata memang memiliki daya kemampuan yang besar untuk manusia. Menurut sebuah penelitian, anak-anak yang mampu menggali kembali memorinya dari hari ke hari, mulai hari pertamanya masuk play group, hari di mana kucing kesayangannya mati, kapan pertama kali giginya ompong, dipercaya bisa menggunakan keahliannya itu untuk mengembangkan identitas diri dalam pergaulannya di masa mendatang, termasuk membuat pilihan terbaik dalam kehidupannya.

Kendati saat ini semakin banyak orang bisa dengan mudah mendokumentasikan foto dan video anak-anak mereka sejak bayi hingga dewasa, namun sebuah studi mengatakan, dampak yang dihasilkan dari keberadaan foto dan video itu amatlah kecil ketimbang kekuatan memori itu sendiri.

Untuk itu, alangkah baiknya jika sejak dini anak-anak sudah dibiasakan untuk mau dan terbuka membicarakan pengalaman masa lalunya. Orangtua bisa memandunya dengan menyisipkan cerita-cerita baik pada awal, pertengahan, dan akhir cerita si anak.

Agar anak terbiasa melakukan ini, menurut Dr Patricia Bauer, psikolog dan peneliti senior dari Emory University, kuncinya ada pada ibu. Artinya, ibu yang memandu si anak untuk menceritakan masa lalunya ada baiknya memberi komentar yang positif.

"Katakan, misalnya, 'Yang kita lakukan tadi sangat menyenangkan, ya? Kamu suka, kan?' Atau 'Bisa kita lanjutkan ceritanya, kan, Sayang?' Cara lain adalah dengan bertanya secara terbuka, santai, dan simpel kepada si anak, dimulai dengan kata apa, siapa, di mana, kapan, bagaimana," tutur Dr Bauer.

Penelitian mengatakan, anak-anak yang ibunya memiliki sikap cermat dan rutin dalam memandu anak saat menggali memorinya akan mampu membuat si anak mengingat memorinya hingga batas usia 4-5 tahun, dan lebih detail ketimbang anak-anak lain yang seusianya.

Metode yang dilakukan dengan cermat seperti itu akan memudahkan para ibu untuk melatih si anak memanggil memorinya, kata Catherine Haden, psikolog dari Loyola University Chicago, dan penulis mengenai masalah para orangtua serta anak-anak usia pra-sekolah.

"Ibu yang sering melatih anaknya mengingat memorinya dengan cara cermat, akan mengetahui hasilnya dengan tersenyum bangga,” tegasnya.

FOTO: GALIMEMORI.JPG – PARENTDISH.CO.UK

Tags : memori bayi