Contact Us

X
:
:
:
:
:
ARTICLE > CATEGORY > UNTUK BUNDA
Emosi Ibu Hamil Bisa Dirasakan Bayi
Emosi Ibu Hamil Bisa Dirasakan Bayi

Anggapan yang kerap terdengar di masyarakat ini memang bukan sekadar kepercayaan belaka. Meski secara fungsi belum siap, perkembangan saraf dan otak sudah terjadi ketika janin terbentuk di dalam kandungan.

Sejak perempuan telat datang bulan, otak janin sudah terbentuk, dan memori mulai terekam di otak janin. Itu sebabnya ketika lahir, bayi perlu diberi stimulus yang menjadi dasar untuk tahap hidup berikutnya.

Bayi di dalam kandungan memiliki kemampuan menangkap sense. Apa yang dirasakan sang ibu, dirasakan pula oleh si bayi. Misalkan seorang ibu hamil sedang merasa marah lalu membanting barang. Tentu bukan peristiwanya yang terekam, tapi perasaan marah berupa sensasi deg-degan yang dialami ibu yang akan ditangkap atau dirasakan bayi dalam kandungan.

Dan ternyata hal ini memiliki dampak positif, lho. Dinamika emosi ibu hamil yang beragam perlu dirasakan oleh bayi. Jangan takut kalau tiba-tiba merasa sedih atau galau ketika hamil karena anak juga harus tahu berbagai jenis emosi tadi. Yang penting, kesedihan yang dirasakan ibu hamil tidak berlarut-larut.

Manfaat anak yang merasakan berbagai pengalaman emosi tadi diyakini akan berguna sebagai tabungan hidup. Kalau orang dewasa punya kontrol emosi di mana kendalinya terletak di otak bagian depan, pada anak otak bagian depan baru terbangunkan dengan semua pengalamannya di usia 15 tahun. Anak jadi tahu kapan waktunya mengeluarkan emosi dan tiap emosi itu untuk apa.

Oleh karena itu, memproses emosi anak dari usia bayi sampai dewasa itu penting, supaya emosinya bisa tersalurkan dengan tepat. Di masa depan, misalnya, anak tak terlibat tawuran.

FOTO: EMOSIHAMIL.JPG – POPSUGAR.COM

Tags : emosi ibu hamil, ibu hamil, kehamilan